Jum. Agu 23rd, 2019

BERITA PENAJAM

Berita terkini benuo taka

Yusran Buka Festival Mangrove Seribu Aksi di Kampung Baru

2 min read
Yusran Aspar Minta Mulai Dengan Satu Aksi Jangan Merusak Hutan Mangrove

BERITAPENAJAM.Net- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar buka Festival Mangrove seribu aksi untuk negeri yang dilaksanakan di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Penajam, Kamis, (13/4). Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Tanah Benuo Taka itu sangat mengapresiasi kepada penyelenggara kegiatan pelestarian lingkungan tersebut.

“Bila dalam tema  festival disebutkan seribu aksi mangrove untuk negeri, saya memulainya  cukup satu aksi saja yaitu jangan merusak hutan mangrove yang ada ini. Yang lain silahkan dengan aksinya masing-masing untuk mempertahankan kelestarian lingkungan di daerah kita,” kata Yusran Aspar Aspar.

Dirinya mengatakan, bila mau jujur jika dilakukan secara arif, hutan di Indonesia ini tidak akan habis. Walaupun ditebang oleh HPH yang dilakukan dengan tebang pilih  sesuai dengan aturan yang ada. Persoalannya penebangan hutan kini banyak tidak melalui cara yang baik, sehingga dapat dikatakan ini sebagai tindakan merusak hutan.

“Anugerah tuhan yang diberikan kepada manusia itu luar biasa besarnya hanya saja terkadang manusia itu tidak dapat menjaganya dengan baik. Harusnya kita bangga memiliki hutan mangrove ini, karena didaerah lain sudah tidak ada lagi. Untuk itu kami titipkan aksi ini kepada kelurahan kampung baru agar selalu menjaga kelestarian hutan mangrove yang ada tersebut,” pesannya.

Mantan anggota DPR RI ini menceritakan, ketika dulu dirinya masih kecil. Ketika itu tinggal diseputar sungai kandilo Kabupaten Paser. Saat itu kata dia, berkah yang ada pada sungai kandilo sangat luar biasa. Airnya dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat, berbagai jenis ikan ada disana dan sebagainya. Namun seiring waktu karena dihulu sungai terjadi perusakan hutan, kini sungai kandilo menjadi tercemar.

“Persoalan kerusakan hutan ini merupakan persoalan mendasar yang memang harus menjadi tanggung jawab bagi semua. Jika ini tidak dilakukan penanggulangan sejak saat ini, dikawatirkan persoalan akan semakin besar. Kami berharap, melalui kegiatan festival ini, dapat memberikan motifasi dan dorongan bagi semua elemen masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan khususnya diwilayah mangrove ini,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Yusran Aspar juga berharap ada aksi-aksi lainnya di Kabupaten PPU untuk mengembangkan sektor pariwisata di daerah. Salah satunya adalah minta kawasan hutan mangrove di kelurahan kampung baru yang ada tersebut agar dijadikan sebagai kawasan konservasi partisipatif yang munculnya dari bawah. Artinya tokoh masyarakat, pemerhati lingkungan menyepakati sampai mana batasnya boleh melakukan aktifitas untuk usaha diwilayah tersebut.

“Sedah klir semua, kemudian ajukan kepada pemerintah daerah, yang selanjutnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi yang kita lindungi bersama-sama. Kemudian tentukan batas-batas konservasi tersebut yang didalamnya tidak boleh diganggu , “pungkasnya.

Sementara itu TM Prod South Onshore Chevron Indo Asia Business Unit, Wijayanto sebagai pendukung kegiatan ini mengatakan festival tersebut sebagai tanda dimulainya gerakan kolektif pemeliharaan tanaman bakau diwilayah PPU.

“Festival ini digagas untuk mempromosikan Ekowisata mangrove di PPU termasuk mengkampanyekan pelestrian hutan mangrove,”katanya.

Dalam kegiatan ini pemerintah daerah bekerjasama dengan PT.Chevron Indonesia dan juga dihadiri Wakil Bupati PPU Mustaqim, MZ, Anggota DPR-RI Hajah Kasriah dapil Kaltim-Kaltara, Dandim 0913/PPU Letkol Czi Dwi Imam Subaguo dan sejumlah masyarakat kelurahan kampung baru. (Humas6)

 

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.