Usaha Ikan Asin Penajam Butuh Garam 72 Ton Per Tahun

BERITAPENAJAM.Net – Usaha ikan asin atau ikan kering di tiga Kecamatan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara membutuhkan komoditas garam sedikitnya 72 ton per tahun.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha kecil dan Menengah setempat, Rusli.

“Kebutuhan ikan asin yang berada di Kecamatan Penajam, Waru dan Babulu membutuhkan garam sekitar 200 kilo gram per hari,” ungkap Rusli, Rabu (13/9).

Namun hasil monitoring Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara menyebutkan persediaan komoditas garam di daerah sudah mulai menipis dan hanya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir September 2017.

Sementara menurut Rusli, kebutuhan komoditas garam untuk keperluan rumah tangga di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara kurang lebih 100 kilogram perpekan.

“Jika tidak ada tambahan pasokan garam, pada Oktober 2017 akan terjadi kelangkaan garam di Kabupaten Penajam Paser Utara,” katanya.

Rusli berharap ada penambahan komoditas garam dari Disperindagkop UMKM Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga tidak terjdi kelangkaan garam di Kabupaten Penajam Paser Utara atau Benua Taka.

Dengan menipisnya persendiaan komoditas garam tersebut, tambah Rusli, harga garam di pasaran mengingkat cukup signifikan, dimana harga garam ukuran seperempat kilo gram dijual dengan harga Rp. 5000. (win/nit)

 

Random Posts

Leave a Reply