Terlilit Utang, Pria Asal Waru Nekat Jadi Kurir Narkoba

BERITAPENAJAM – Satnarkoba Polres Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berhasil meringkus pengedar narkoba jenis sabu-sabu seberat 307,65 gram.

Wakapolres PPU Kompol Nur Kholis didampingi Kasatnarkoba Polres PPU AKP Iskandar Rondonuwu mengatakan tersangka yakni HES (34) warga Kelurahan Waru, Kecamatan Waru berhasil diringkus pada Selasa (2/8) sekitar pukul 01.30 Wita dihalaman Masjid Nurussalam yang terletak di RT 002 Desa Rintik Kecamatan Babulu.

Dalam penangkapan itu, pihak kepolisian berhasil menyita tujuh paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 307,65 gram. Masing-masing paket dibungkus dengan kemasan kopi instan.

Selain itu barang bukti yang disita adalah sebuah kantong plastik warna hitam, satu buah handphone, satu unit sepeda motor untuk melancarkan aksinya tersebut.

Dijelaskan Wakapolres, tersangka berperan sebagai perantara atau sebagai kurir dalam jual beli narkotika jenis sabu-sabu.

“Tersangka dalam setiap minggunya mengambil narkotika jenis sabu-sabu di dua tempat yaitu Pelabuhan Klotok Penajam dan Pelabuhan Batu Penajam. Setelah mengambil tersangka langsung bawa ke Babulu,” ujar Wakapolres dalam Konferensi Pers, Jumat (5/8/2022).

Dijelaskannya, Narkotika itu akan tersangka bawa dan akan diantarkan kepada seseorang yang telah memesan di Kecamatan Babulu. Selanjutnya direncanakan barang haram tersebut akan dibawa ke Batu Kajang Kabupaten Paser.

Diungkapkan Wakapolres, tersangka telah melakukan transaksi narkotika sebanyak empat kali. Dari setiap mengantarkan barang haram tersebut, HES menerima keuntungan senilai Rp1,000,000.

Sementara itu, tersangka yang bekerja sebagai makelar Motor itu mengakui jika melakukan pekerjaan haram tersebut akibat terlilit utang leasing.

“Uangnya untuk bayar utang. Utang leasing motor, ada Rp12 juta,” akuinya.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan pasal 144 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800,000,000 dan paling banyak Rp10,000,000,000. (yn)

Penulis : Dian MS