Terkendala Anggaran, Pederita HIV/AIDS Harus Ke Balikpapan Mengambil Obat

BERITAPENAJAM.Net – Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Sarjto Ponco Waluyo mengungkapkan bahwa penanganan terhadapa penyakit HIV/AIDS harus menjadi pehatian. Pasalnya masyarakat yang terinvfeksi penyakit tersebut semakin meningkat. Namun, Karena terkendala dengan anggaran, program tersebut saat ini tidak berjalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PPU.

“Seharusnya dirumah sakit sudah ada Klinik Definisi Voluntary Counseling (VCT) sehingga  obat virus tersebut tersedia dirumah sakit dan para penderita HIV/AIDS tidak perlu jauh-jauh mengambil obat di Balikpapan. Meskipun obatnya gratis, tetapi kalau ke Balikpapan tentu mengeluarkan ongkos, belum lagi kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan,” ungkapnya saat dijumpai, Jum’at (21/07/2017).

Lanjutnya, dalam kurun 6 tahun, total masyarakat yang meninggal dunia akibat terinfeksi HIV/AIDS telah mencapai 49 orang yang tersebar di Empat Kecamatan PPU dengan mayoritas disebabkan karena infeksi menular akibat seringnya berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.

“Saat ini kami terkendala dengan masih banyaknya orang yang menyembunyikan penyakit tersebut, tidak terbuka untuk memeriksakan diri. Bagi yang suka berperilaku menyimpang idealnya itu harus segera memeriksan diri agar tidak terlambat,” tuturnya.(W11/Ril)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Komunitas Burung "Penajam 168 BC" PPU Kian Eksis

Jum Jul 21 , 2017
BERITAPENAJAM.Net – Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Sarjto Ponco Waluyo mengungkapkan bahwa penanganan terhadapa penyakit HIV/AIDS harus menjadi pehatian. Pasalnya masyarakat yang terinvfeksi penyakit tersebut semakin meningkat. Namun, Karena terkendala dengan anggaran, program tersebut saat ini tidak berjalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) […]
%d blogger menyukai ini: