Tenaga Medis Yang Menangani CoViD-19, Dikarantina di Mess PKK

BERITAPENAJAM.NET- Terdapat 61 petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menjalani karantian di Wisma PKK PPU

Direktur RSUD RAPB PPU, dr Jensje Grace Makisurat menjelaskan, dari 61 tenaga medis yang menagani pasien terindikasi terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) tersebut terdiri dari dua tim, satu tim diantaranya telah selesai tugas dan menjalani masa karantina selama 14 hari, dan satu tim lagi masih bertugas namun langsung di karantina.

“Dia sudah tidak pulang kerumah, dia berangkat tugas itu sudah dari tempat karantina .” tutur Direktur RSUD RAPB PPU. Kamis (9/4/2020).

Lanjut dirinya mengatakan, sistem karantina juga dibedakan yang dimana tim pertama ditempatkan dilantai satu sedangkan untuk tim yang kedua ditempatkan dilantai dua mess Wisma PKK,

“Mereka tidak boleh saling bertemu dulu, semasa masa karantina,”ujarnya.

Dirinnya juga menambahkan, dari dua tim yang berjumlah 61 orang tersebut terdiri dari beberapa intansi seperti bagian intansi analis seperti, Radiografer, Logistik Cleaning Servic, dan Laundry,  dan selama 14 hari dikarantina kemudian dilakukan rapid test jika hasilnya negatif baru petugas medis tersebut diperbolehkan pulang dan istirahat di rumah,

“Jadi planning kami selama 14 hari mereka dikarantina tidak ada gejala hasil tes negatif, pulang kerumah dia istirahat dua minggu di rumah kemudian nanti dia tugas lagi.” tutup dr  Jensje Greca Makisurat. (bp5/edz)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Bupati AGM Ikuti Video Conference Terkait Penanganan Covid 19 di Daerah

Kam Apr 9 , 2020
BERITAPENAJAM.NET- Terdapat 61 petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menjalani karantian di Wisma PKK PPU Direktur RSUD RAPB PPU, dr Jensje Grace Makisurat menjelaskan, dari 61 tenaga medis yang menagani pasien terindikasi terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) tersebut terdiri dari […]
%d blogger menyukai ini: