Sepuluh Langkah Membiasakan Anak Berjilbab

BERITAPENAJAM.NET-Orang tua yang bijak pasti berharap anak putrinya memakai jilbab sejak dini. Mereka begitu antusias dan apresiatif saat putrinya sudah mau mengenakan jilbab. Demi tercapainya harapan ini, orang tua akan mengerahkan segala tenaga dan upayanya dalam mengenalkan dan membiasakan jilbab pada putrinya tersebut. Berbagai cara ditempuh.

Di zaman yang begitu mudah seseorang meninggalkan jilbab saat ini menjadikan anak berjilbab sedari kecil tentu bukanlah usaha yang mudah. Hingga ada kalanya beberapa orang tua salah langkah dalam hal ini. Ada di antaranya yang menekan dan terlalu keras dalam mendidik anaknya supaya jilbab, dan yang lain malah menyepelekan dan menganggap remeh dengan berkata,” Kan masih kecil, dan belum saatnya mengenakan jilbab…”

Berikut sepuluh langkah yang bisa dilakukan ibu dalam mendidik anaknya untuk berjilbab. Langkah-langkah ini hendaknya juga dibantu penuh oleh ayah, dan semua anggota keluarga. Karena pada prinsipnya semakin banyak dukungan, semakin berhasil suatu program.

Pertama: Mulailah memakaikan jilbab kepada anak perempuan sejak mereka masih kecil. Jangan menunggu mereka besar dan dewasa, karena anak dewasa mulai muncul sifat melawan, egois, dan mengikuti hawa nafsunya sendiri. Pada akhirnya orang tua akan kesulitan menyampaikan misinya yang mungkin berbeda dengan keinginan anak tersebut. Namun praktek dalam hal ini hendaknya secara bertahap. Jangan paksakan anak memakai jilbab yang besar yang menyulitkan mereka dalam bermain dan beraktifitas. Ingatlah, mereka masih kecil!

Kedua: Tunjukkan rasa takjub dan senang kita terhadap jilbab. Ajak bicara anak-anak putri kita tentang rasa takjub kita tersebut. Katakan jilbab adalah keanggunan, jilbab menambah kecantikan dan pancaran luar biasa bagi seorang wanita. Jilbab adalah kecantikan sejati bagi seorang muslimah. Dan berjilbab adalah bukti secara lahiriah akan hasil pendidikannya yang baik, dan perkembangan anak yang baik pula.

Ketiga: Sampaikan bahwa jilbab adalah perintah Alloh. Ajarkan kepada putri kita bahwa suatu saat dia akan melakukannya dengan niat hanya karena Alloh, bukan sekedar pujian dan kepentingan orang lain saja. Alloh akan melihatnya setiap waktu. Sampaikan bahwa Alloh sangat cinta dan ridha kepada seorang wanita yang tertutup jilbab karena mengikuti perintah-Nya. Bacakan ayat-ayat tentang jilbab yang ada dalam Al Quran. Kuatkan dengan dengan dalil dari hadits-hadits yang menunjukan keridhaan Alloh kepada para wanita yang berjilbab.

Keempat: Tunjukkan kepada anak perempuan beberapa contoh tokoh wanita berjilbab yang sukses dalam hidupnya. Di mulai dari para istri Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam, kemudian para wanita shahabiyah, wanita generasi selanjutnya hingga wanita yang hidup di zaman ini yang begitu membanggakan agama serta berperan besar dalam dunia ini.

Kelima:Bandingkan antara kesuksesan wanita-wanita tersebut dengan kegagalan para wanita yang membuka auratnya serta tidak tunduk dengan perintah Alloh. Sampaikan bagaimana kedurhakaan mereka menjadi faktor hina dan jatuhnya harga dan martabat mereka di depan Alloh, dan juga manusia. Sampaikan bagai akhir hidup mereka yang malang karena melanggar perintah Alloh, dan hidup mereka yang sia-sia.

Keenam: Ceritakan tentang akhlak kepribadian seorang wanita shalihah. Bagaimana mereka akan mendapatkan pahala atas keistiqamahan dalam beramal shalih. Sampaikan pahala bagi seorang wanita shalihah, bagaimana mereka akan selalu menjadi sebab kebaikan dan hidayah bagi orang-orang sekitarnya.

Ketujuh: Tidak kalah penting adalah hendaknya orang tua benar-benar menjaga putrinya dalam hal pertemanan. Lihat dengan siapa sang anak berteman. Dekatkan mereka dengan anak-anak yang shalihah yang baik akhlaknya, dan jangan biarkan mereka berteman dengan wanita-wanita yang senang membuka auratnya dan buruk akhlaknya. Anak akan mengambil sesuatu dari pemiliknya. Jika sesuatu itu baik, tentu positif baginya. Jika buruk? Tentu penyesalan berkepanjangan akan diterima orang tua dan anak tersebut. Peran seorang teman begitu luar biasa dalam membentuk pribadi seseorang.

Kedelapan: Seorang ibu hendaknya benar-benar bisa menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya. Khususnya juga dalam masalah berjilbab. Ibu harus selalu berjilbab, tertutup rapat seluruh auratnya jika bertemu dengan orang yang tidak halal baginya. Tak ada gunanya semua nasehat dan kata-kata, jika ibu menyelisihi apa yang dikatakan sendiri. Dakwah terbaik adalah dengan perbuatan atau contoh nyata. Ibu hendaknya juga memiliki waktu khusus untuk duduk bersama anak perempuannya, dan membicarakan tentang hijab, dan bagaimana dia berjilbab. Ceritakan juga dalam momen tersebut bagaimana cerita para tokoh wanita berjilbab yang berhasil dalam hidupnya.

Kesembilan: Temani anak-anak perempuan kita untuk hadir dalam majlis ilmu, pengajian, halaqot Al Quran di masjid-masjid dan tempat-tempat lainnya. Tentu dengan mengenakan jilbab kepada mereka setiap kali keluar rumah menghadiri acara-acara ini. Kemudian didik terus, berikan apresiasi dan dorongan, dan biasakan mereka sedari dini untuk selalu berjilbab.

Kesepuluh: Gunakan hadiah dan apresiasi untuk memberikan semangat anak dan memakai jilbab yang menutup auratnya. Namun jangan lupa sampaikan kepada mereka bahwa hadiah yang lebih besar lagi indah adalah dari Alloh Subhanahu Wa’tala. Ialah surga yang siapapun akan hidup kekal abadi selama-lamanya menikmati kenikmatan yang tiada terperi banyak dan indahnya.

SUMBER : riyadhulquran.com

Random Posts

Leave a Reply