Jum. Agu 23rd, 2019

BERITA PENAJAM

Berita terkini benuo taka

Proses Pembuatan Gula Aaren Secara Tradisonal

2 min read

BERITAPENAJAM.NET-, Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan benda yang berasa manis ini. Ya, gul aren. Gula aren adalah gula yang diperoleh dari nira hasil sadapan pohon arena tau enau. Dibanding gula kelapa, gula aren mempunyai banyak kelebihan seperti rasanya yang lebih manis dan wangi harumnya yang khas berbeda dengan rasa manis gula kelapa maupun wangi gula kelapa. Untuk keperluan impor gula aren dan gula jenis palm-palman (palm sugar) diperoduksi lagi menjadi gula semut.

 Mayoritas  penduduk kampung Pagadungan, Desa Pagerbumi Kec. Cigugur Kab. Pangandaran bermata pencaharian utama sebagi petani. Sebagian besar dari mereka menyadap kelapa dan aren. Dari hasil penjualan gura  inilah mereka bias hidup layak untuk ukuran penduduk desa. Bagi yang tidak memeiliki pohon kelapa maupun aren biasanya mereka menyewa dari yang punya dengan presentase tertentu.

Aren atau bahasa latinnya arrenga piñata adalah sejenis palm-palman yang terpenting kedua setelah kelapa. Orang sunda menyebutnya kawung. Aren atau enau adalah tumbuhan serba guna. Mulai dari akar hingga daunnya bias dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Bagian aren yang disadap adalah bungannya yang belum mekar. Untuk menghasilkan nira ada beberapa tahapan yang cukup rumit yang dilakukan para penyadap seperti mukaan, ninggur, dan ngayun.

Setelah beberapa hari melewati tahapan diatas barulah bunga aren yang sudah di iris ujungnya itu menghasilkan cairan manis bernama nira atau lahang.  Cairan nira ini ditampung dalam tabung panjang yang terbuat dari bambu besar sejenis bokol berukuran lima sampai 12 liter. Apabila aren itu subur  dalam semalam bisa menhasilkan 12 liter nira. Biasanya penyadap mengambil nira pada pagihari dan sore hari. Selama itu pula penyadap mengiris ujung bunga hingga bunga itu habis atau tidak mengeluarkan cairan nira lagi.

Setelah nira diambil dari pohon, nira dituamngkan kedalam wajan atau katel untuk dimasak hingga menjadi gula. Sementara nira didihkan, lodong tempat menampung nira  di puput (diasapi) dengan sebatang bamboo untuk mengeringkan permukaan lodong dan mengasilkan bau khas pada nira atau gula yang di produksinya. Setelah didihkan selama  kurang lebih 6 jam cairan nira akan mengental. Setelah dinilai cukupkental calon gula itu diangkat dan di aduk hingga dingin. Cairan kental itu kemudian di tuangkan kedalam cetakan berbentuk bulat pipih yang terbuat dari bambu. Setelah 15 menit cairan kental itu mongering dan gula arenpun sudah jadi.  Selanjutnya gula aren siapa dipasarkan.

Di kecamatan Cigugur jual seharga Rp. 30000 per bungkus. Satu bungkus berisi 10 gula arena tau setara dengan 2 kg. lamanya proses pembuatan menyebabkan harga gula ini agak mahal, selain itu karena kualitasnya yang unggul dibanding gula kelapa menyebabkan gula arena lbih mahal. Gura aren sangat cocok digunkan sebagi pemanis berbagai macam minuman seperti es cendol, kolek, dan dan rujak dawet. Gula aren juga aman di konsumsi dan biasa digunakan sebagi obat uuntuk berbagai macam penyakit.

https://cutatangungun.wordpress.com/2013/01/08/proses-pembuatan-gula-aren-secara-tradisional-di-cigugur-pangandaran/

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.