Petani Pondok Kessi Gagal Panen, Biasa 50 Karung Kini Tinggal 9 Karung per 1/2 Hektar

BERITAPENAJAM.NET,-Petani Desa Pondok Kessi, Kelurahan Tanjung Tengah mengalami gagal panen diakibatkan kondisi cuaca yang ekstream/kemarau yang berkepanjangan tahun ini.

Dari hasil pantaun Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah indonesia beberapa titik hotspot pada umumnya tahun ini berpotensi kemarau ekstream. BMKG menyatakan prakiraan cuaca tersebut sampai Bulan September dan Puncaknya berada Di Bulan Agustus ini.

Hal tersebut membuat petani di desa itu mengalami gagal panen. Kodisi itu diperparah sawah mereka juga diserang hama yang menyebabkan dapat dikategorikan gagal panen, Sudding mengatakan terdapat penurunan yang dratis dari hasil panennya. “Biasanya saya panen kemaren luas setengah haktare aja dapat tiga puluh karung sampai lima puluh karung, itu bisa kita liat sendiri cuman ada sembilan karung aja, ” ungkapnya sembari memperlihatkan hasil panennya. Kamis,(29/08/2019)

Cuaca kemarau ini membuat petani sawah mengalami penurunan hasil panen secara merata di wilayah  tersebut, bahkan di wilayah lainnya pun diperkirakan serupa.

Senada, Bahar salah satu warga didaerah tersebut menjelaskan bahwa sawahnya hanya mengandalkan tadah hujan.  “Petani disini cuma mengandalkan tadah hujan aja, yaa perairanya hanya untuk pembuang aja ” jelas warga pondok kessi itu.

Petani di daerah tersebut berharap pemerintah bisa langsung melihat sistem irigasi persawahan yang ada di Desa tersebut, yang hanya mengandalkan tadah hujan jika musim penghujan tiba maka kondisi ini membuat sawah banjir, dan berharap pemerintah dapat membantu terkait kendala yang dialami petani di daerah tersebut. (SR5).

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Mengintip Pengrajin Alat Tangkap Ikan Tradisional (Bubu) di PPU

Kam Agu 29 , 2019
BERITAPENAJAM.NET,-Petani Desa Pondok Kessi, Kelurahan Tanjung Tengah mengalami gagal panen diakibatkan kondisi cuaca yang ekstream/kemarau yang berkepanjangan tahun ini. Dari hasil pantaun Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah indonesia beberapa titik hotspot pada umumnya tahun ini berpotensi kemarau ekstream. BMKG menyatakan prakiraan cuaca tersebut sampai Bulan September dan Puncaknya […]
%d blogger menyukai ini: