Peran Pondok Pesantren Berpengaruh Pada Pembentukan Karakter Bangsa

BERITAPENAJAM.Net – Di hari kelima MTQ Provinsi Kaltim pada cabang Musabaqah Makalah Al-Quran (MMQ) bertempat di aula lantai III kantor Bupati, penyelenggaraan MMQ ini diikutti 6 peserta finalis yang dinilai oleh tim dewan hakim yang dipimpin oleh Bambang, dimana salah satu peserta bernomor undian 373 menyampaikan makalah yang membahas tujuan berdirinya sejumlah pondok pesantren di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa dengan peran pesantren pada aspek kehidupan sosial dan ekonomi, dimana pesantren sendiri diharapkan mampu mencetak manusia yang produktif dan mampu menghasilkan SDM berkarakter mandiri dan produktif, dan akan menyumbangkan kreatifitasnya untuk peradaban Islam di Indonesia

Kemudian penguatan nilai-nilai religius diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan serta mampu mengembangkan potensi pariwisata, dengan demikian pesantren diharapkan mampu mengembangkan peradaban Islam dan dapat menciptakan manusia insan kamil sehingga dapat menciptakan kesejahteraan manusia.

Perkembangan pondok pesantren lebih jauh mengarah kepada hal-hal yang lebih kompleks, ketika pesantren didirikan oleh para pemuka agama bahkan oleh wali songo, yang semula hanya bertujuan untuk keperluan memperdalam agama tidak lebih dari itu, kemudian patwa-patwa agama yang dapat membangkitkan semangat para pejuang- pejuang Indonesia ketika sedang merebut kemerdekaannya.

Ketika pondok pesantren yang masih berupa salafi yang tidak mau ikut paket dalam mendapatkan legalitas pengakuan kelulusan oleh Negara, maka terkesan akan tertinggal dan selalu berada pada wawasan tradisional, sementara pondok pesantren yang modern lambat laun kehilangan identitasnya sebagai pondok pesantren, dimana makna dan perbedaannya sangat signifikan.

Konsep yang dilahirkan oleh pondok pesantren adalah seimbang, toleran dan tengah-tengah, itu adalah karakter islam ahlussunnah waljamaah, itu bukan merupakan ciri khas pondok pesantren dan bukan karakter pondok pesantren, akan tetapi  ini merupakan karakter ahlussunnah waljamaah.

Pesantren merupakan wadah untuk membentuk karakter sosial dan untuk mencetak insan kamil yang memiliki karakter kemandirian yang nantinya akan menjadi insan ketika terjun ke masyarakat akan memiliki sifat sosial yang tinggi.

Pesantren yang bersifat tawaddu, tawassul, tasawwu dan I’tidal dan organisasi Nahdhotul Ulama, ini mengarah kepada pesantren yang dibuat oleh wali songo melalaui proses asimilasi dari agama selain islam mentransformasi keyakinan kepada agama islam, para ulama menjadikan sebuah karakter dengan dalam kesadaran yang diberikan oleh para ulama pendiri pesantren

Untuk peran pesantren dalam kelangsungan sistem ekonomi  yang ada di Indonesia dimana pesantren itu sendiri dapat melahirkan insan-insan yang punya etos kerja yang pada saat ini mungkin memang belum menunjukkan bukti riil, namun ketika keluar dari pondok dan membaur ditengah masyarakat mereka diharapkan mampu membangun masyrakat walaupun dalam lingkup masyarakat yang terkecil.

Meski belum terlihat secara kasat mata bahwa SDM yang dihasilkan oleh pondok pesantren masih kurang mampu berkiprah dalam dunia kapitalis namun  perlahan akan terlihat bahwa SDM jebolan pondok pesantren akan mampu menjadi karakter yang produktif baik itu dalam ekonomi dan sosial budaya. (Humas8/Nit)

Random Posts

Leave a Reply