Jum. Jul 19th, 2019

BERITA PENAJAM

Berita terkini benuo taka

Peran Orang Tua dalam 1.000 Hari Pertama Mewujudkan Generasi Emas

3 min read

BERITAPENAJAM.NET-Generasi emas adalah upaya untuk menyiapkan Indonesia emas yang disapkan menjelang 100 tahun Indonesia merdeka, yaitu pada tahun 2045. Jadi pada dua puluh tujuh tahun mendatang diharapkan Indonesia akan memasuki Indonesia emas, dimana kesejahteraan tercapai dan diisi oleh generasi emas yang memiliki kekuatan dan kualitas yang cukup. Hal ini disampaikan oleh Drs. Eli Kusnaeli, MM.Pd selaku perwakilan Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Timur dalam acara pembukaan Seminar Promosi Penyiapan Generasi Emas Sesuai Kearifan Lokal yang digelar di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (3/7).

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa generasi emas diciptakan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi, “tantangan untuk meningkatkan kualitas SDM adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi. Salah satu masalah gizi yang ditemukan di Indonesia saat ini adalah stunting yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis” ujarnya.

Oleh sebab itu beliau menjelaskan bahwa  pentingnya upaya promotif dan preventif dalam rangka perbaikan gizi untuk mengurangi stunting melalui upaya yang telah disepakati bersama, yaitu dengan mengoptimalkan 1.000 hari pertama kehidupan dengan pemenuhan gizi yang baik kepada ibu dan bayinya selama masa kehamilan hingga anak mencapai dua tahun.

“untuk meningkatkan kualitas SDM dalam rangka mewujudkan generasi emas diperlukan upaya dari berbagai pihak terkait, termasuk bagaimana kita memberikan pemahaman kepada orang tua agar menjadi orang tua yang hebat. Orang tua yang hebat adalah orang tua yang mampu membina dan mnegasuh anak-anaknya menjadi anak yang berkualitas dan berkarakter. Oleh karena itulah peran kampung KB sangat penting untuk mempromosikan ini dalam rangka menuju Indonesia emas” terangnya.

Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PPU, Drs H Tohar dalam sambutannya saat membuka acara ini. Beliau mengungkapkan bahwa sebuah tujuan dan upaya harus berimbang. “Sebagai contoh kalau kita mau mewujudkan sekolah unggulan, pastinya harus diisi dengan siswa yang unggul juga. Begitupula dalam konteks pembangunan dan pembinaan kependudukan. Generasi emas yang akan kita bentuk dalam 27 tahun mendatang harus dibentuk sejak kemarin, sekurang-kurangnya hari ini” terangnya.

Hal ini dimulai dari stakeholder yang memiliki keterkaitan fungsi baik secara langsung maupun tidak langsung. Orang tua sebagai stakeholder langsung memiliki peran utama dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak. Selain peran orang tua, Tohar juga menegaskan sinergitas pemerintah dalam mewujudkan hal ini. Hal ini disebabkan karena pemerintah merupakan sistem yang besar, yang memiliki fungsi yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan. Banyak sekali SKPD yang memiliki keterkaitan tugas pokok fungsi yang bermuara pada sasaran yang sama.

“Misalnya tugas pokok fungsi dinas P3AP2KB dengan Dinas Kesehatan. Sangat beririsan. Isu yang terakhir ditangani adalah isu stunting. Dalam konteks kependudukan hal ini menjadi masalah, begitu pula untuk dinas kesehatan” ujarnya. Oleh karena itu sinergi program lintas sektor dalam bentuk kordinasi dan komunikasi sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini, karena memiliki muara yang sama yaitu masyarakat.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas P3AP2KB PPU Riviana Noor, Kepala Dinas Kesehatan dr Arnold Wayong, peserta yang berasal dari perwakilan 10 kampung KB, serta hadir pula sebagai nara sumber dalam acara ini Nyimas Diane WS P. Si yang merupakan psikolog yang akan memberikan pengetahuan bagaimana mencegah stunting melalui 1000 hari pertama kehidupan. (Humas09)

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.