Pengrajin Atap Tradisional Di Desa Api-api

BERITAPENAJAM.NET.-Pengrajin atap tradisional yang menggunakan bahan daun nipah di Desa Api – Api Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Masih eksis dengan ciri khasnya sebagai atap nipah.

Menganyam daun sejenis ini merupakan pekerjaan sampingan bagi warga sekitar yang menggeluti usaha tersebut, bahkan usaha ini sudah turun temurun. Mayoritas pekerjanya adalah orang tua yang sudah lanjut usia.

Selain itu para pengrajin atap nipah ini sudah tidak memiliki regenerasi produksi dikarenkan banyaknya saingan atap industrian yang ada.

Untuk kisaran harga satu atap nipa tersebut dengan panjang bambu satu meter setengah ini dihargai Rp. 2500. Sedangkan per ikatnya terdapat 10 lembar dau  nipah dengan harga Rp. 25 ribu. Penghasilan ini pun juga tidak menentu jika ada yang memesan skala besar biasanya para pengrajin tersebut memborongnya agar cepat selesai.

biasanya pengrajin bisa menyelesaikan atapnya sebanyak 50 sampai 70 buah dalam seharinya.

Daun nipa biasanya didapatkan di Guntung, semua pengrajin juga mengambilnya dari lokasi tersebut. Adapun bambu yang sebagai tulang daun nipa ini didapat dikebun sendiri untuk talinya Bamban biasanya didapat di sungai atau ditempat yang tergenang air.

Menurut seorang pengrajin atap nipa di desa ini, Wa jani sudah puluhan tahun dirinya menggeluti kerajinan atap tradisional tersebut, ilmu mengayam ini didapatkan sejak masih kanak – kanak

“Orang dulu kan kerjaanya disini menipa aja, dulu juga kebanyakan rumah masih beratapkan daun nipa, kalau sekarang ya paling buat atap kandang ayam potong” ucapnya.

Penjual daun nipa, Abdul Rasyid, 60, juga menjelaskan saat ini daun nipa sudah mulai banyak meminati karena kebutuhan akan bahan tersebut tidak repot dalam pemasangnya.

“Apalagi kalau memank Ibu Kota jadi Pindah ke PPU, pastinya banyak menggunakan atap ini karena dingin tidak seperti atap seng, cocok buat pondok pondok dipinggir pantai sebagai tempat wisata” tuturnya.

Dirinya juga yakin permintaan atap daun nipa ini pasti akan meningkat dengan adanya isu tersebut, menjadikan para pengrajin kembali seperti dulu lagi. (sr5)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Dukung IKN di PPU, Beharap Budaya Lokal Tidak Hilang Tergerus Oleh Kemajuan Daerah

Sab Sep 21 , 2019
BERITAPENAJAM.NET.-Pengrajin atap tradisional yang menggunakan bahan daun nipah di Desa Api – Api Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Masih eksis dengan ciri khasnya sebagai atap nipah. Menganyam daun sejenis ini merupakan pekerjaan sampingan bagi warga sekitar yang menggeluti usaha tersebut, bahkan usaha ini sudah turun temurun. Mayoritas pekerjanya […]
%d blogger menyukai ini: