P3AP2KB PPU dan BKKBN Adakan Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi di Kampung KB

BERITAPENAJAM.Net– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Kalimantan Timur mengadakan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Pembinaan Poktan Bina Keluarga Balita (BKB) serta Pembinaan Poktan Bina Keluarga Lansia (BKL), di Kampung KB Kayu Api Kelurahan, Senin (13/03/17).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas P3AP2KB Riviana Noor Sekretaris P3AP2KB Siti Aminah, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Prop. Kaltim Hartini, kader Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), Kader BKB dan Kader BKL.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas P3AP2KB Riviana Noor menyampaikan bahwa tujuan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) adalah melembagakan dan membudidayakan Norma Kecil Bahagia Dan Sejahtera (NKKBS), dan atas dasar itu, kata kunci keberhasilan Program KKB adalah penggerakan pemberdayaan keluarga dalam mengatur besaran keluarga dan meningkatkan taraf kesejahteraan serta kebahagiaan keluarga.

“Melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi ini, Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) harus kembali dihidupkan sehingga diharapkan dapat menjadi lokomotif dalam mengembalikan peran strategis UPPKS untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan tujuan dibentuknya AKU pada tanggal 25 September 2015, yaitu menghimpun kelompok UPPKS khususnya dan kelompok usaha mikro pada umumnya, agar menjadi suatu kekuatan ekonomi nasional sektor riil yang nyata dalam system ekonomi kerakyatan”, lanjut Riviana.

Riviana menambahkan untuk mewujudkan kekuatan ekonomi nasional tersebut, tentu saja harus ditempuh dengan berbagai upaya konkrit, yaitu dengan memfasilitasi kelompok UPPKS untuk dapat mengakses dan menjalin kemitraan yang berkesinambungan dengan produsen, Lembaga Pemasaran dan Lembaga Keuangan menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan keterampilan serta menyelenggarakan kegiatan promosi/ pameran dagang bersama.

“Selain itu, kemitraan yang saat ini mudah terjalin dengan berbagai mitra lembaga keuangan baik bank maupun non bank seperti Badan Amil Zakat (BAZ) kab. PPU, LPP Chevron dan dinas terkait, menjadi landasan positif yang harus terus dikembangkan agar dapat menjangkau UPPKS lain yang masih kesulitan dalam mengakses modal. Demikian juga, pendampingan usaha untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan agar mampu bersaing dan menjalin kemitraan yang lebih luas dengan perusahaan ritel untuk memperluas jangkauan pemasaran serta memberikan perlindungan hukum terhadap produk yang dihasilkan setiap UPPKS berupa hak paten dan kebijakan regulasi yang berpihak pada usaha mikro”, tutup Riviana.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Propinsi Kaltim Hartini juga menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan dari BKKBN, yaitu ingin mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera adalah tidak mudah, jika tidak diikuti dengan kegiatan-kegiatan yang lain. Oleh karenanya, jika berbicara tentang BKKBN tidak terlepas dari 3 pilar, yaitu kependudukan, keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga.

Lebih lanjut Hartini menjelaskan,keterkaitan dengan UPPKS yang ada saat ini adalah terletak pada program pembangunan keluarga. Pembangunan keluarga ini ingin mewujudkan ketahanan keluarga terhadap permasalahan yang ada. Oleh karena itu, BKKBN dalam hal ini membantu masyarakat dalam membangun keluarga dengan melihat kebutuhan yang ada di masyarakat sekitar. Pihak BKKBN sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas P3AP2KB mengenai kebutuhan yang diperlukan oleh kelompok UPPKS.

“Dan pada hari ini BKKBN akan memberikan bantuan berupa peralatan-peralatan untuk pengembangan ekonomi keluarga berupa mesin jahit, kompor gas dan mesin press plastic kepada kelompok UPPKS. Nantinya, BKKBN akan memberikan bantuan biaya operasional kepada kelompok UPPKS, namun persyaratannya harus dilengkapi seperti SK kelompok, Kartu Pendaftaran dan usaha apa yang dijalankan harus jelas, agar bantuan tersebut dapat diterima”, jelas Hartini.

“Pada kesempatan ini juga, tim BKKBN akan memberikan pembekalan keterampilan kepada ibu-ibu kader, karena ini merupakan tujuan BKKBN untuk membantu menambah pendapatan keluarga. Kegiatan ini memang sudah seharusnya dilakukan di Kampung KB, karena hal ini sudah menjadi kesepakatan Kepala BKKBN dengan Presiden RI Joko Widodo, untuk menindaklanjuti apa yang menjadi Nawacita dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, yaitu membangun dari daerah pinggiran dan BKKBN ingin menggelorakan kembali program-program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga”, tambah Hartini.

Di akhir kegiatan, tim BKKBN memberikan pendampingan kepada kelompok-kelompok UPPKS yang berada di Kelurahan Penajam untuk memproduksi olahan makanan yang berasal dari sumber daya alam yang ada seperti olahan bakso udang dan kerupuk udang. (Humas05/Nit)

 

Random Posts

Tinggalkan Balasan