Mahasiswa UMKT Fakultas Farmasi, Manfaatkan Limbah Rambut Jagung Sebagai Suplmen Antihiperkolesterol

BERITAPENAJAM, – Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat, jagung juga memiliki banyak sekali manfaat, tidak hanya biji, batang, daun, kulit serta rambutnya memiliki banyak sekali manfaat.

Untuk itu, dengan jumlah panen yang sangat berlimpah khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), rambut jagung hanya menjadi limbah. Lantaran, minimnya pemanfaatan dan pengetahuan dalam melakukan fabrikasi dari limbah tersebut.

Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Fakultas Farmasi, melakukan ekstraksi dari pemanfaatan limbah rambut jagung tersebut untuk diformulasikan menjadi suplemen antihiperkolesterol.


Dosen Farmasi Dr. Hasyrul Hamzah, S.Farm, M.Sc memimpin lima mahasiwa UMKT Fakultas Farmasi dalam melakukan inovasi dari ekstrak rambut jagung menjadikan Suplmen

Mahasiwa UMKT ini terdiri dari lima orang, yang diketuai oleh Putri Khairunnisa, dan beberapa rekan tim lainnya seperti, Novini, Haslinda, Suhaizatun Nadiya dan Syafina Qonitalillah, yang dipimpin oleh Dosen Farmasi Dr. Hasyrul Hamzah, S.Farm, M.Sc.

Ia menjelaskan, pemanfaatan rambut jagung sebagai inovasi terbaru penyembuh antihiperkolesterol dalam bentuk sediaan tablet nanopartikel tersalut.

Lebih lanjut, Putri menyampaikan produk tersebut dikembangkan melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset dan Eksakta (PKM-RE), didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

” Tentunya kami sebagai tim terus berupaya membuat obat tradisional menggunakan bahan alam yang berasal dari rambut jagung agar disukai oleh masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, miniminya pemanfaatan rambut jagung di tengah masyarakat Benuo Taka yang banyak memiliki tanaman jagung disebabkan masyarakat tidak mengetahui jika rambut jagung dapat dikonsumsi dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Adapun proses pembuatan produk ini secara singkat. Dijelaskan Putri dan timnya, mengawali dengan pengambilan beberapa sampel rambut jagung, kemudian diakhiri dengan pembuatan sediaan tablet nanopartikel tersalut.

Lanjutnya, Pembuatan nanopartikel ini telah melalui tahapan pengujian seperti Skrinning fitokimia, standarisasi ekstrak parameter spesifik dan nonspeksifik.

Ia bersama rekan timnya, berharap agar inovasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya masyakarat PPU menjadi obat Antihiperkolesterol.

“Harapan kami semoga inovasi tablet nanopartikel tersalut ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai suplemen penurun kadar kolesterol,” tandas Putri. (bp1)