Ketua Pansus I, Nilai Kajian RMU Sangat Layak

Ketua Pansus I Sariman, Ketika diwawancarai media ini.

 

BERITAPENAJAM.Net,- Mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penambahan penyertaan modal pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Melalui Perumda Benuo Taka yang akan direncanakan membangun Modern Rice Milling Unit (MRMU) sebesar Rp 26 Milliar.

” Saya kira kalau dalam sisi kajian masih layaklah, dari segi ekonomi juga masih layak karena memang cukup bisa meningkatkan pendapatan masyarakat petani,” ucap anggota legistlatif Sariman yang merupakan Ketua Pansus I Kamis, (1/10/2020).

Sariman juga menjelaskan, dari output yang dihasilkan oleh MRMU tersebut, terdapat ada 4 produk yang dapat dihasilkan oleh alat tersebut. Seperti menghasilkan beras premium, beras medium, menir dan dedak.

” Keempatnya ini kan juga berpotensi untuk dapat meningkatkan pendapatan,” imbuhnya

Adapun menurut hasil diskusi para mahasiswa beberapa waktu lalu melalui gabungan Gerakan Mahasiswa Penajam Advokasi Rakyat (Gempar). Mempertanyakan pembangunan tersebut yang masih menjadi tanda tanya besar.

Lebih jauh anggota legislatif itu juga merespon apa yang menjadi hasil diskusi Gempar, Pihaknya juga sempat membaca berita dari teman-teman mahasiswa penajam yang mempertanyakan hal itu.

” Saya berterimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang sudah ikut mengkaji hal ini, boleh suatu saat kita soundingkan dengan kami barang kali ada masukan yang berbeda rekan-rekan mahasiswa tentunya akan menjadi bahan pertimbangan,” ucapnya.

Adapun yang menjadi pertanyaan aset tetap dan tidak tetap dari pihak sejumlah mahasiswa Gempar. Ketua Pansus I mengatakan ada 2 jenis lahan yang dibutuhkan oleh Perumda Benuo Taka dalam pembangunan tersebut, yang pertama yaitu tanah tempat lokasi pabrik akan dibangun, dan kedua ialah tanah/lahan yang digunakan untuk Demonstarasi Plot (Demplot) atau tanah lahan padi.

Kemudian, munculah asumsi dari Perumda bahwa tanah tersebut adalah milik pihak ketiga.

Sejumlah Gabungan Gerakan Mahasiswa Penajam Advokasi Rakyat (Gempar).

” Dan kami juga dari Pansus belum tau dari pihak ketiga ini posisinya dimana, dan siapa karena itukan plan bisnis dan belum ditentukan sampe sekarang,” lanjut Sariman

” Cuma pansus mendorongnya kalau terkait untuk lahan pabrik ini harus tetap milik Pemda (Pemerintah Daerah), mengapa hal tersebut penting karena adanya aset yang akan berdiri senilai Rp,- 26 Milliar lebih, agar dikemudian hari tidak ada perselisihan,” beber Sariman.

Pihaknya juga akan membahas hal tersebut di rapat lanjutan, sehingga tidak ada kekhawatiran pihaknya dari wakil masyarakat terkait pembangunan itu.

Ketika ditanya oleh awak media terkait kajian dari Pansus I apakah layak atau tidaknya,? Sariman menyebutkan, bahwa jika dilihat dari planning bisnis sangat layak. Dirinya juga mengakui bahkan dalam jangka waktu 4 tahun dipastikan sudah kembali modal atau Break Event Point (BEP).

” Jika andainya perumda bisa membuktikan dalam kurun waktu 1 atau 2 tahun kedepan, bisa saja kami dari pihak DPRD PPU membuat usulan baru untuk penyertaan modal berikutnya,” ungkapnya (sr5)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

KUA-PPAS APBD 2021 Sebesar Rp 1,3 Triliun

Sab Okt 3 , 2020
  BERITAPENAJAM.Net,- Mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penambahan penyertaan modal pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Melalui Perumda Benuo Taka yang akan direncanakan membangun Modern Rice Milling Unit (MRMU) sebesar Rp 26 Milliar. ” Saya kira kalau dalam sisi kajian masih layaklah, dari segi ekonomi juga masih layak karena […]
%d blogger menyukai ini: