BERITAPENAJAM, – Menjelang Idulfitri 1446 Hijriyah/2025, permintaan daging sapi dan kambing di Penajam Paser Utara (PPU) diprediksi meningkat. Untuk memastikan keamanan dan kualitas daging yang beredar di pasaran, Dinas Pertanian (Distan) PPU memperketat pengawasan terhadap hewan ternak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula menegaskan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap setiap hewan yang akan disembelih.
“Setiap hewan yang masuk ke RPH akan menjalani pemeriksaan antemortem lebih dulu. Kami pastikan hewan yang disembelih bebas dari penyakit menular. Jika tidak ditemukan indikasi penyakit, baru proses pemotongan dilakukan,” kata Ristu di Kabupaten PPU, Rabu (19/03/2025).
Setelah pemotongan, lanjut Ristu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan yang dilakukan setelah sapi disembelih terhadap organ dalam, jeroan, dan karkasnya (postmortem) guna memastikan daging aman dan layak konsumsi. Jika ditemukan bagian daging yang tidak memenuhi standar kesehatan, Distan PPU akan memisahkan atau memusnahkannya.
“Kami berhati-hati karena ada resiko penularan penyakit dari hewan ke manusia, seperti antraks yang disebabkan oleh bakteri (Bacillus anthracis). Jika dikonsumsi, bakteri ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk luka melepuh pada kulit,” tambahnya.
Menurut Ristu, setiap daging yang dinyatakan tidak layak konsumsi akan segera dimusnahkan dengan cara dibakar untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Kami selalu menjaga kesehatan masyarakat, kami pastikan semua daging yang diedarkan di pasaran telah melalui proses pemeriksaan ketat dan aman dikonsumsi, terutama menghadapi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya. (Sam/Bp2)