Dorong Stimulus Ekonomi UMKM Dialokasikan APBD 2021

Wakil Ketua II, Hartono Mendorong Stimulus UMKM Dialokasikan di tahun 2021

BERITAPENAJAM.Net,- Pandemi virus corona atau covid-19 mempegaruhi seluruh sektor pembangunan maupun ekonomi masyarakat. Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sangat terpukul sejak pandemi melanda Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah pusat dan daerah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Selain menggelontorkan anggaran penanganan covid-19, pemerintah juga mengucurkan anggaran pengamanan sosial berupa bantuan lansung tunai baik warga kurang mampu maupun pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta.

Tak ketinggalan juga stimulus ekonomi bagi UMKM ultra mikro yang kucurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp 2,4 juta. DPRD PPU memandang kebijakan berskala lokal untuk pemulihan ekonomi masyarakat sangat dibutuhkan. Wakil Ketua II DPRD PPU Hartono Basuki mendorong Pemkab PPU untuk mengalokasikan anggaran pemulihan ekonomi untuk sektor UMKM di tahun anggaran 2021. Menurutnya, sektor UMKM sangat terdampak dengan adanya pandemi covid-19. Karenanya, perekonomian masyarakat mengalami penurunan dan daya beli pun lemah. Imbasnya, penjualan produk yang dihasilkan pelaku UMKM merosot.

Pemkab PPU mengalokasikan anggaran penanganan covid-19 sebesar Rp 70 miliar lebih di tahun ini. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk pencegahan dan pemenuhan alat kesehatan serta alat pelindung diri (APD) tenaga medis.

Tak hanya itu, pemerintah daerah telah merealisasikan bantuan sembako sebagai bentuk pengamanan sosial di tengah dampak covid-19. Kedepan, yang perlu dipikirkan oleh pemerintah daerah adalah pemulihan ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi secara nasional melambat, bahkan minus. Untuk tingkat daerah juga terdampak utamanya UMKM. Kalau untuk sektor pertanian juga terdampak tapi tidak terlalu signifikan. Nah, kedepan diperlukan kebijakan dari pemerintah daerah untuk pemulihan ekonomi. Kami mendorong anggaran pemulihan ekonomi dialokasikan di APBD 2021,” kata Hartono pada media ini Sabtu,(5/09/2020)

Politikus PDIP ini menekankan, mengenai bentuk stimulus ekonomi tergantung denganhasil kesepatakan berdasarkan kebutuhan UMKM. Ia menyarankan, bantuan stimulus ekonomi bisa berupa dana bergulir dengan bunga yang rendah. Jika memungkinkan secara aturan, dana bergulir tanpa bunga.

“Bentuk stimulus ekonomi seperti apa, itu nanti dibicarakan. Tapi, menurut saya lebih baik dalam bentuk dana bergulir. Agar dana yang dipinjam masyarakat tersebut dapat berkesinambungan dalam jangka beberapa tahun kedepan. Kalau dalam bentuk subsidi juga bisa yang pinting tujuan utama kita adalah bagaimana cara ekonomi masyarakat dapat tumbuh kembali dengan normal,” terang dia.

Hartono menyatakan, apabila kasus pandemi covid-19 di Benuo Taka belum turun derastis. Maka, tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah masih mengalokasikan anggaran penanganan covid-19 di tahun depan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena naik atau turunnya kasus covid-19 sangat tergantung dengan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya. (mn)

beritapenajam.net

Leave a Reply

Next Post

Sah! Sayyid Hasan Pimpin BPC HIPMI PPU

Mon Sep 7 , 2020
BERITAPENAJAM.Net,- Pandemi virus corona atau covid-19 mempegaruhi seluruh sektor pembangunan maupun ekonomi masyarakat. Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sangat terpukul sejak pandemi melanda Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah pusat dan daerah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China […]
%d bloggers like this: