Catatan Singkat Membuka Mata Hati Perusahaan Yang Ada di PPU

Berita Penajam, Catatan Singkat Membuka Mata Hati Perusahaan yang Ada di PPU

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merupakan salah satu kabupaten Termuda di Kalimantan Timur (Kaltim), saat ini Kabupaten telah mencapai usia 16 tahun  beberapa saat lalu diperingati pada 11 Maret 2018. Semangat perjuangan para pelopor membentuk kabupaten dengan harapan warganya dapat hidup layak dan rasa nyaman terus diupayakan, Kabupaten yang saat ini di Pimpin oleh Bapak Yusran Aspar  pelan-pelan memperlihatkan adanya perubahan yang lebih baik. Perlu kita pahami bersama membangun dan menata sebuah daerah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan hal ini dibutuhkan kerja gotong royong dan partisipasi semua elemen yang ada di sebuah daerah.

Pemerintah daerah ingin berlari kencang dalam pembangunan, namun harus di hadapkan regulasi-regulasi yang terkadang berseberangan dengan percepatan pembangunan itu sendiri. Terlebih lagi adanya kepentingan-kepentingan lainnya sehingga dalam proses di lapangan terkendala, namun semangat perjuangan itu terus digelorakan di semua kalangan masyarakat sehingga terciptanya masyarakat yang sejahtera kelak akan tercapai.

Peran pemerintah saat ini sudah cukup baik, namun sebagian  pihak swasta  (sebagian Perusahaan) yang datang ataupun mencari keberuntungan di Kabupaten PPU di nilai terkadang masih kurang maksimal sehingga tenaga kerja lokal yang memiliki skil masih kurang, pada hal usia Kabupaten PPU telah  mencapai 16 tahun, harusnya dengan umur kabupaten seperti itu, perusahaan telah memiliki tenaga kerja lokal  memiliki skil di yang butuhkan perusahaan.

Namun peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang di pupuk oleh perusahaan berkembang di PPU masih dapat dikategorikan minim. Hal ini juga dapat dilihat dari jumlah pekerja  yang memiliki skil sebagian perusahaan masih didominasi oleh pendatang yang memang sengaja dihadirkan perusahaan. Kondisi ini seolah SDM yang ada di PPU hanya diporsikan sebagai pekerja kasar walaupun ada beberapa perusahaan yang membantu meningkatkan SDM di PPU namun ini dinilai masih sangat kurang.

Tidak hanya itu, Sebagian Perusahaan yang ada di PPU juga tidak memperjelas Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), padahal CSR menjadi sebuah kewajiban yang harus di lakukan oleh sebuah perusahaan yang ada di sebuah daerah.

Terkadang terikan-terikan (keluhan) kecil dari masyarakat/warga dianggap menghambat sebuah perusahaan sehingga menciptakan sebuah kegaduhan. Melalui catatan singkat ini dapat membuka mata hati perusahaan yang ada di PPU dapat memprioritaskan tenaga lokal, jika mereka tidak memiliki skil sekolahkan (berikan pedidikan) sehingga tujuan terciptanya masyarakat yang sejahtera dan dapat hidup layak dapat terwujud di daerah tercinta ini. (SH)