Bupati Gelar Halal-bihalal Bersama Masyarakat Kabupaten PPU

Luruskan Persoalan, Ucapan Terimakasih dan Sampaikan Permohonan Maaf Diakhir Jabatan

BERITAPENAJAM.Net- Suasana Idul Fitri 1439 Hijriah dimanfaatkan oleh  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar untuk melakukan kegiatan Halal-bihalal bersama masyarakat di daerahnya. Kegiatan ini dilakukan sekaligus menjadi ajang pertemuan dan bertatap muka kepada masyarakat diiakhir-akhir masa jabatannya sebagai Bupati PPU, seperti yang dilaksanakan Sabtu, (22/6) di Kecamatan Babulu beberpapa hari lalu ini.   Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Desa Sesulu, Kecamatan Waru sehari sebelumnya.

 “Melalui pertemuan ini kami ingin menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten PPU  apabila selama kepemimpinan kami masih banyak hal-hal yang mengecewakan atau hal yang kurang berkenan dihati seluruh masyarakat Kabupaten PPU,” kata Yusran Aspar dihadapan ratusan masyarakat yang hadir saat kegiatan itu.

Dikatakan Yusran Aspar, kegiatan tersebut dilaksanakan sekaligus ingin meluruskan  beberapa persoalan yang berkembang dilingkungan masyarakat tentang pembangunan daerah serta menyampaikan berbagai fakta keberhasilan  daerah diberbagai sektor pembangunan yang telah terwujud hingga akhir kepemimpinannya tersebut.

Menurutnya, jika saat ini masih ada pihak yang mengatakan bahwa PPU tidak  ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya itu merupakan pernyataan yang salah besar dan tanpa dasar. Saat ini berbagai sektor pembangunan daerah telah mengalami keberhasilan yang semua itu tentunya  tidak semudah membalikkan telapak tangan namun melalui perjuangan panjang selama kepemimpinannya. Namun faktanya, masih ada pihak diatas kepentingan mereka mengatakan bahwa PPU tidak ada kemajuan.

“Harusnya kita bersyukur dengan Kabupaten PPU seperti saat ini. Dulu ketika awal pemekaran Kabupaten PPU segalanya tidak kita miliki, mulai perkantoran pemerintahan yang tidak tertata, jalan terbatas, perusahaan dan pembangunan lainnya serba terbatas, namun kini semua itu telah kita miliki didepan mata. Jika saat ini masih ada pihak  mengatakan tidak ada perubahan bisa dikatakan mereka jelas kufur nikmat atau tidak bersyukur. Harusnya ungkapan itu melihat dan menggunakan pembanding dengan kondisi kabupaten PPU sebelumnya,” jelas Yusran.

Dijelaskan lebih jauh kata Yusran Aspar bahwa tugas pokok Kepala daerah adalah meliputi tiga aspek penting yaitu, pertama tugas kepala daerah adalah untuk menyelenggarakan pemerintahan daerah, kedua adalah menyelenggarakan tugas-tugas  pembangunan daerah dan ketiga adalah menyelenggarakan tugas-tugas sosial kemasyarakatan.

Berkaitan dengan tugas-tugas tersebut menurut Yusran Aspar, dirinya dan Mustaqim MZ sebagai wakil Bupati PPU selama lima tahun kepemimpinannya tersebut telah melaksanakan peran dan tugas yang diamanahkan kepada dirinya tersebut  dengan baik. Keberhasilan tersebut kata dia, tentunya telah dibuktikan dengan berbagai kemajuan dan prestasi di daerah Kabupaten PPU.

Berapa contoh keberhasilan daerah yang telah diraih, belum lama ini kata Yusran Aspar, Kabupaten PPU telah berhasil memperoleh predikat bintang satu atau kategori sangat tinggi dalam penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) untuk tahun anggaran 2017. Predikat bintang satu itu diraih setelah PPU mendapatkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) minus C selama tiga atau empat tahun sebelumnya.

Untuk mencapai penilaian bintang satu ini bukan perkara mudah. Karena dalam pelaporan pertanggungjawaban setiap organisasi perangkat daerah (OPD), masih ada yang ditemukan kesalahan. Sehingga harus dievaluasi kembali. Isi laporan itu mencerminkan kinerja pemerintah daerah. Bagaimana menata perencanaan anggaran, pelaksanaan sampai pada pertanggungjawaban. Sejauh mana daerah mampu mendeskripsikan masing-masing program, manfaatnya apa yang berkaitan dengan RPJM (rencana pembangunan jangka menengah.

“Penilaian sangat tinggi  ini langsung diberikan oleh Mendagri bukan dari kita sendiri sehingga itu benar-benar terbukti,” jelasnya.

Kemudian dalam bidang pengelolaan keuangan lanjutnya, PPU memperoleh predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keberhasilan ini sekaligus  salah satu bukti bahwa PPU mampu mempertahankan prestasinya sebagai daerah yang mampu melaksanakan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar selama dua tahun berturut-turut.

Dalam bidang insfrastruktur jalan sebagai contoh keberhasilan lainnya lanjut Yusran, melalui UPT PU yang telah digagasnya bahkan daerah mampu efisiensi anggaran untuk pembangunan jalan hingga 90 persen. Sejak digagas 2014 lalu kini UPT PU mtelah mampu mengerjakan pembangunan jalan hingga ratusan kilometer, perbaikan drainase, irigasi pertanian, jalan tani dan sebagainya.

“Coba bayangkan jika semua pembangunan itu hanya dikerjakan melalui kontraktor tanpa melalui UPT PU kita, berapa besar daerah harus mengeluarkan anggaran,” tambah Yusran Aspar.

Namun lanjutnya, jika saat ini masih ditemukan jalan di Kabupaten PPU belum ber aspal, jalan berlubang, air bersih belum terpenuhi seratus persen itu wajar dan pastilah terjadi. Karena tidak mungkin seorang Kepala daerah mampu menyelesaikan seluruh aspek pembangunan di daerahnya dalam kurun kepemimpinannya. Namun yang terpenting adalan saat ini telah diletakkan  pondasi yang kokoh bagi kemajuan Kabupaten PPUsaat ini dan kedepan.

“ Pembangunan memang terus berkelanjutan dari satu pemimpin ke pemimpin berikutnya. Dengan penataan pembangunan yang baik atau pondasi yang kokoh bagi pembangunan di Kabupaten PPU, pemimpin atau bupati selanjutnya tinggal melanjutkan berbagai kemajuan pembangunan daerah itu kedepan,” pungkasnya. (Humas6)

Random Posts

Leave a Reply