BPS PPU Lakukan Sensus Penduduk Dengan Metode DOPU

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ach Yasid Wijaya

 

BERITAPENAJAM.Net,- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali melakukan sensus penduduk ditahap ke II secara tatap muka, bukan menjadi alasan pihaknya tidak melakukan program tersebut ditengah pandemic CoViD-19 ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menggunakan metode Drop Off Pick Up (DOPU) untuk melakukan pencacahan dalam Sensus Penduduk (SP) 2020 yang dimulai Selasa, 1 September 2020.

Ach Yasid Wijaya Kepala BPS PPU menuturkan, ditengah pandemic CoViD-19 pihaknya juga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan sensus penduk

Metode Drop Off Pick Up (DOPU) adalah Petugas Sensus secara door to door menyampaikan kuesioner (Drop off) untuk diisi secara mandiri oleh penduduk, dan setelah diisi akan diambil (Pick Up) oleh Petugas Sensus.

” Petugas sensus mendatangi rumah koresponden memberikan dokumen, setelah diisi secara mandiri kemudian petugas kembali mendatanginya,” kata Ach Yasid Wijaya Rabu, (02/09/2020).

Diucapkannya, tingkat paritisipasi warga Kabupaten PPU dalam sensus penduduk online 2020 mencapai 6.183 Kartu Keluarga (KK), atau 23.185 Jiwa dari jumlah kabupaten PPU sebanyak 50.671 KK.

” Teman-teman melakukan verfikasi lapangan baik yang sudah terdata secara online, dan belum melakukan akan diberikan dokumen sensus penduduk,” jelasnya ketika diwawnacarai beritapenajam.

Selain itu bagi penduduk yang belum melaksanakan SP secara Online akan dilakukan pecacahan dengan metode DOPU. Metode DOPU sendiri menurut Yasid, merupakan alternatif untuk mengganti sensus dengan metode wawancara. Bertujuan untuk meminimalisir kontak fisik antara warga dengan petugas sensus.

Seluruh dokumen yang diberikan kepada koresponden tersebut sama dengan pertanyaan sensus, hanya saja metode pengumpulan berkas tersebut berbeda dari sebelumnya.

Sementara itu Jadwal Pelaksanaan sensus penduduk dengan Metode DOPU berlangsung selama 15 hari, yakni dari 1 hingga 15 September 2020 mendatang.

” Jika waktu yang telah ditentukan tersebut belum memenuhi target, maka akan dilakukan perpanjangan sensus selama 25 hari kedepan,” terang Yasid.

Ia berharap, dalam pelaksanaan DOPU ini, BPS serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU meminta dukungan dan partisipasi seluruh pihak dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020.

“Kami harapkan dukungan masyarakat dan semua pihak dengan menerima Petugas Sensus dan mengisi kuesioner SP2020 secara mandiri,” harapnya. (man5)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Status CoViD-19 Di PPU, Meningkat Menjadi Zona Orange

Kam Sep 3 , 2020
  BERITAPENAJAM.Net,- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali melakukan sensus penduduk ditahap ke II secara tatap muka, bukan menjadi alasan pihaknya tidak melakukan program tersebut ditengah pandemic CoViD-19 ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menggunakan metode Drop Off […]
%d blogger menyukai ini: