Rapat Pansus I Mulai Bahas Penyertaan Modal Untuk Perumda Benuo Taka

Ketua Pansus I, Sariman

 

BERITAPENAJAM.Net,- Rapat Panitia Khusus I yang telah dilaksanakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dalam agenda tersebut pihaknya memanggil seluruh SKPD yang terlibat dalam Rapat Peraturan Daerah (Raperda).
Mengenai penambahan penyertaan modal Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Benuo Taka.

Dalam hal ini Ketua Pansus I Sariman mengatakan, tujuannya memanggil pihak yang terlibat ialah ingin mendengarkan paparan dari beberapa pihak yang telah di undang.

Adapun beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat dalam Rapat Pansus I yang digelar pertama kali itu ialah, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapelitbang), Badan keuangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD), Kepala Bagian Perekonomian, Pertanian dan Perumda Benuo Taka, serta menghadirkan pakar dari akademik yaitu Prof Rusdi dan DR Zaini.

” Kita ingin dengar dari sisi pemerintah, apa urgensinya sehingga menambah penyertaan modal,” ucap Ketua Pansus I itu ketika diwawancarai tim Beritapenajam.net Selasa, (04/08/2020)

Ucap sariman, kemudian pihaknya juga mendengarkan tim perumus akademik dari Universitas Mulawarman (Unmul) seperti apa sehingga perumda ingin melakukan investasi pada sektor tersebut.

Lebih lanjut Sariman, menyatakan terkait potensi investasi yang di PPU memang sangat menjanjikan apalagi dalam sektor pangan ketersediaan beras.
Dirinya melihat dari sisi hal yang menjadi potensi peluang investasi tersebut yakni, ketersediaan lahan yang cukup memadai dan perlu adanya optimalisasi atau peningkatan lahan, penanganan pasca panen.

” Apalagi dengan adanya keterbukaan daerah kita sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN), ini kemudian yang menjadi peluang itu,” terangnya

Rapat Pansus I Anggota DPRD PPU, Terkait Penyertaan Modal Untuk Perumda Benuo Taka dan Beberapa SKPD yang terlibat.

Mengenai usulan penambahan terkait penyertaan modal Perumda Benuo Taka sebesar 2,98 milliar, yang akan dikerjakan nantinya di Kecamatan Babulu untuk Modrrn Rice Milling Unit (MRMU) dan Optimalisasi Lahan.

” Artinya bukan sekedar membeli mesin, tetapi optimalisasi lahan petani agar hasil panen lebih, itu yang saat ini sedang kami kaji,” ucap Sariman.

Sariman juga mengungkapkan, terkait pola yang ada saat ini masih banyak investor yang menanamkan modalnya untuk para petani dengan cara mengikat.

” Petani dikasih modal kemudian panennya di beli, sehingga petani tidak berdaya menghadapi itu karena sudah dipinjami modal duluan, kita akan mencoba mengubah pola itu sehingga bisa dikelola oleh perumda dengan harga lebih tinggi dan petani juga lebih sejahtera,” jelasnya.

Tentunya pihaknya juga menginginkan akan mengumpulkan seluruh pelaku-pelaku usaha atau stakeholder dari Rice milling dari pihak masyarakat, nantinya Pansus akan turun kelapangan melihat kondisi objektif seperti para pelaku petani itu. (syahidr5)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Adaptasi Kebiasaan Baru Perkantoran Ditengah Pandemi CoViD-19

Sel Agu 4 , 2020
  BERITAPENAJAM.Net,- Rapat Panitia Khusus I yang telah dilaksanakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dalam agenda tersebut pihaknya memanggil seluruh SKPD yang terlibat dalam Rapat Peraturan Daerah (Raperda). Mengenai penambahan penyertaan modal Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Benuo Taka. Dalam hal ini Ketua Pansus I […]
%d blogger menyukai ini: