Petani Pejala Keluhkan, Pengurangan Jatah Pupuk Bersubsidi

BERITAPENAJAM.Net-Diawal tahun 2020 saat ini merupakan awal musim tanam bagi sejumlah petani padi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). namun diawal tahun ini juga petani dihadapkan dengan kondisi dilematik dengan dihadapkannya kebijakan Pemerintah terkait pengurangan kuota pupuk bersubsidi yang mencapai 50 persen pada tahun 2020 ini, lantas bagaimana nasib petani jika Kuota pupuk nya di kurangi.

Anwar, merupakan seorang petani di Kelurahan Pajala Kecamatan Penajam Kabupaten PPU mengatakan, pupuk sangat penting bagi petani, dan kebutuhan pupuk bagi petani padi seperti dirinya juga besar dan jika jatah pupuk bersubsidi dikurangi bagaimana bisa bertani ? sedangkan harga pupuk non subsidi terbilang mahal dan jika petani menggunakan pupuk non subsidi diperkirakan tidak akan memperoleh keuntungan.

“ Pengurangan pupuk bersubsidi itu sudah jelas menghambat petani, seperti saya ini yang memiliki lima hektar sawah dan hanya diberi jatah pupuk dua hektar saja terus bagaimana cari untuk menambah tiga hektarnya lagi, saya dengar nanti ini satu orang hanya di beri delapan karung saja dan saya membutuhkan dua puluh karung pupuk bagaimana kita cari tambahnya. ” ucap Anwar saat diwawancara di pondok sawahnya Selasa, (25/2/2020)

Dirinya juga menyampaikan, jika memang jatah pupuk bersubsidi harus dikurangi diperkirakan beberapa petani setempat tidak akan menanam padi di tahun ini karena jika harus membeli pupuk non subsidi untuk menambah kebutuhan pupuk dirasa sangat memberatkan petani,

“ Semua masyarakat pasti akan mengeluhkan pupuk, maka wajar saja sebagian petani mengurangi lahan garapannya bahkan ada yang tidak menanam padi karena takut pupuk nanti tidak cukup misalnya, kalau waktu mau dipupuk pupuknya tidak ada bagaimana ?, ” ucap Anwar petani padi yang menggarap sawah seluas lima hektar tersebut.

Kebijakan pengurangan pupuk bersubsidi saat ini menjadi polemik dikalangan petani sebab kebutuhan pupuk yang petani butuhkan terbilang besar, dan jika petani harus membeli pupuk non subsidi diperkirakan petani tidak akan mendapatkan keuntungan dari hasil panen.

Diharapkan para pemangku kebijakan bisa memberikan solusi terbaik dari setiap keputusan yang akan ditetapkan para yang berada di PPU. (edz).

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Deteksi Ibu Hamil, Dinkes PPU Lakukan Screening HIV/AIDS

Sel Feb 25 , 2020
BERITAPENAJAM.Net-Diawal tahun 2020 saat ini merupakan awal musim tanam bagi sejumlah petani padi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). namun diawal tahun ini juga petani dihadapkan dengan kondisi dilematik dengan dihadapkannya kebijakan Pemerintah terkait pengurangan kuota pupuk bersubsidi yang mencapai 50 persen pada tahun 2020 ini, lantas bagaimana nasib petani […]
%d blogger menyukai ini: