Kemaru, Penghasilan Petani Gula Aren Menurun Drastis

BERITAPENAJAN.NET-Musim kemarau menjadi kedala petani gula aren, hal ini terjadi di Desa Api-Api, Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi tersebut berdampak pada  jumlah produksi yang menurun drastis.

Samsul petani gula aren menjelaskan,  musim kemarau sangat mempengaruhi produksi gula aren dan  angin yang kencang mempengaruhi menurunnya jumlah air nira aren. ” Musim kemarau sama angin  kencang membuat air aren cepat kering jadi hasil sadapan air nira aren saya menjadi sedikit mas,”  ungkap pria yang akrab dipanggil ancu. Selasa (27/08/2019)

Ancu mengungkapkan bahwa dirinya hanya mengelolah tiga pohon agen sehingga produksi gula arenyanya sangat sedikit. “Sekarang cuman bisa jadi 12 biji per tiga hari,” ungkapnya.

Kurangnya air nira aren sebagai bahan baku pembuatan gula, tentunya juga mengurangi hasil produksi. Menurut informasi yang di himpun, petani yang mengelolah pohon aren diatas 10 pohon saat ini hanya biasa 20 biji perhari yang sebelumnya mencapi 40 biji perhari.

Hal itu dibenarkan  Hamdan salah satu petani gula aren di daerah itu. “Kalau lagi banyak air niranya saya bisa menghasilkan 40 sampai 50 gula aren perhari tapi kalau lagi sedikit paling sekitar 20 biji perhari bahkan pernah sampai 6 biji perhari,” ucapnya.

Saat ini  harga gula aren dipasaran sekitar Rp.10 ribu  perbiji sedangkan dipengepul kisaran Rp.8 ribu perbiji, harga dapat meningkat menjadi Rp 15 ribu pada saat hari besar seperti Idul Fitri dan Idul adha.

Tidak hanya itu, sulitnya mendapatkan kayu bakar juga menjadi kendala  petani gula aren, hal ini disebabkan  akses jalan yang sulit dijangkau dan alat yang tidak memadai. Sedangkan untuk merebus air nira  menjadi gula, membutukan banyak kayu bakar karena untuk merebus air nira memerlukan waktu serkitar enam jam lamanya.

Sebagian pentani gula aren yang ada di daerah tersebut mengaku jarang mendapat bantuan terkait usahnya. “Saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, harapan saya untuk pemerintah kedepan  bisa memberikan bantuan secara merata  petani gula aren,” ungkapnya.

Menurut informasi tim beritapenajam himpun bahwa sebagian pentai juga belum memiliki kelompok tani, hal ini menjadi kendala sebagian petani sehingga tidak mendapatkan bantuan.(edz/bp1)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Ibu Kota Negara ke PPU, Mahasiswa Siap Kawal

Rab Agu 28 , 2019
BERITAPENAJAN.NET-Musim kemarau menjadi kedala petani gula aren, hal ini terjadi di Desa Api-Api, Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi tersebut berdampak pada  jumlah produksi yang menurun drastis. Samsul petani gula aren menjelaskan,  musim kemarau sangat mempengaruhi produksi gula aren dan  angin yang kencang mempengaruhi menurunnya jumlah air nira aren. ” Musim kemarau sama angin  […]
%d blogger menyukai ini: