Dari 786 Hektare Sawah, 70% Merugi, Kades Imbau Maksimalkan Palawija

BERITAPENAJAM.Net.- Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Khususnya Dikecamatan Babulu Desa Sebakung Jaya mengalami penurunan hasil panen, disebabkan oleh hama penggerek batang dan pengaruh intensitas hujan yang tidak menentu, Petani diwilayah tersebut hanya mengandalkan tadah hujan

” Rata – rata dalam per Hekatare (Ha) itu sekarang hanya 30 karung, Jadi ada 70% mengalami kerugian panen dari 786 Ha,” jelas Muharis Kepala Desa Sebakung Jaya

Hal tersebut disebabkan oleh intensitas hujan atau tadah hujan yang kurang didaerah itu, semenjak terhitung pada bulan Februari berbeda pada saat tahun sebelumnya, dirinya menyampaikan kepada masyarakat agar bersabar sembari berpikir hal apa yang perlu dilakukan untuk menutup dari kerugian panen tersebut.

” Itu dipicu dengan tadah hujan yang kurang pada saat paras masa perkembangan tanaman,” tuturnya pada saat diwawancarai tim beritapenajam di kantor bupati.

Dirinya juga mengungkapkan, saat ini para petani mengeluhkan terkait keterbatasan pupuk sehingga untuk mencari pupuk sesuai dengan kebutuhan para petani sangat susah dicari.

” Diwaktu perkembangan padi, pupuk susah didapatkan diwilayah babulu,  waktu pemupukkan kan bulan 2 (Dua), akhirnya petani apa adanya,” bebernya

Tambah Muharis, dirinya tidak tinggal diam menghadapi kondisi saat ini, dirinya mengajak masyarakat untuk bersama berjuang memikirkan dengan cara menanam tanaman yang lain palawija seperti, Jagung dan Kacang Kacangan dan lain sebagainya
(sr5)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Anggota DPRD Provinsi, Baharuddin Muin : Masyarakat Punya Peran Dalam Memutus Rantai Penyebaran CoViD-19

Sel Apr 7 , 2020
BERITAPENAJAM.Net.- Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Khususnya Dikecamatan Babulu Desa Sebakung Jaya mengalami penurunan hasil panen, disebabkan oleh hama penggerek batang dan pengaruh intensitas hujan yang tidak menentu, Petani diwilayah tersebut hanya mengandalkan tadah hujan ” Rata – rata dalam per Hekatare (Ha) itu sekarang hanya 30 karung, Jadi […]
%d blogger menyukai ini: