Cuaca Tak Bersahabat, Pendapatan Nelayan Pejala Merosot

BERITAPENAJAM.Net,- Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) yaitu fenomena gelombang atmosfer (Kelvin Wave dan Equatorial Rossby), MJO, dan Angin Monsun Asia yang berkontribusi cukup signifikan dalam proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia yang tengah mengarah ke wilayah pulau Kalimantan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengingatkan tentang adanya potensi gelombang tinghi di sejumlah daerah pesisir pantai yang di PPU di Indonesia khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Warga di pesisir pantai Pejala , Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur (Kaltim), sebagian besar mata pencahariannya mencari ikan di laut, selama sebulan terakhir ini terpaksa tidak tentu melaut, karena terkendala cuaca buruk gelombang tinggi di sertai angin kencang.

Saat dikonfirmasi salah satu nelayan di Kelurahan Pejala, RT 05 Kecamatan Penajam Kabupaten PPU, membenarkan adanya gelombang tinggi yang sudah terjadi semenjak bulan Januari ini, aktivitas mereka yang biasanya melaut setiap harinya tidak menentu dikarenkan menunggu cuaca normal atau teduh saat melaut.

” Sudah hampir sebulan lebih kita tidak menentu melaut, karena ombak tinggi,” ucap Udin salah satu nelayan di pejala Rabu, (26/02/2020)

Dirinya juga mengatakan cuaca tidak menentu dimulai dari awal tahun di bulan Januari ini hingga bulan Maret biasanya, jika cuaca terus seperti ini maka akan bertemu hingga bulan Mei, dibulan tersebut memasuki musim angin selatan yang kategori gelombangnya sangat tinggi dibandingkan bulan lain.

” Bulan lima ini selatan lagi itu, tersambung lagi pokoknya saya kira kira ini enggak ada teduhnya, bgaimana mau melaut kalau begitu,” bebernya.

Ia juga mengeluhkan pendapatannya yang didapat dalam sehari dari yang biasanya jika cuaca normal mencapai sekitar 1 Juta lebih, dengan cuaca ekstrim dan gelombang tinggi tersebut pendapatan yang ia dapatkan hanya 100 ribu hingga 200 ribu Rupiah dalam sekali melautnya itu pun jika cuaca tidak mendukung lagi melaut maka dirinya segera pulang terpaksa.

” Aiish, kadang tutup uang minyak aja, sekitar 100 ribu itu,” keluh Udin saat diwawancarai tim beritapenajam sepulang dari melaut.

Mata pencarian yang sebagai nelayan ini sudah ia geluti sejak masa bujang hingga berkeluarga, ia juga memliki dua jenis alat tangkap nelayan, Rengge Ikan, dan juga Rengge Kepiting Rajungan.

Ia juga menambahkan, pada musim  gelombang tinggi seperti ini biasanya rata rata nelayan setempat lebih banyak menggunakan rengge kepiting rajungan tersebut.

” Kalau gelombang besar ya bagus itu, merengge rajungan, banyak didapat,” tutup udin nelayan pejala yang memiliki 2 jenis alat tangkap. (sr5)

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

4.762 Jargas Akan Dibangun Di Tahun 2020, Untuk 10 Kelurahan/Desa

Rab Feb 26 , 2020
BERITAPENAJAM.Net,- Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) yaitu fenomena gelombang atmosfer (Kelvin Wave dan Equatorial Rossby), MJO, dan Angin Monsun Asia yang berkontribusi cukup signifikan dalam proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia yang tengah mengarah ke wilayah pulau Kalimantan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( […]
%d blogger menyukai ini: