4 Pilar Kebangsaan Adalah Jiwa Rakyat Indonesia

BERITAPENAJAM.Net-Berbicara Pilar itu adalah simbol Negara  sebagai dasar Ideologi Negara, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR RI, Kemudian ada NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhineka  Tunggal Ika sebagai semboyan Negara, hal ini diutarakan Wakil Ketua MPR RI Mahyudin ST pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Gedung Sipakario Penajam Paser Utara (PPU) di hadiri Sekretaris Daerah Kabupaten PPU H.Tohar beserta unsur Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten PPU baru-baru ini.

“Sosialisasi 4 pilar ini tiada lain adalah hanya merefresh ingatan, kita berharap 4 pilar ini bisa menjadi perilaku kita didalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga bermasyarakat dan berumah tangga, karena hidup kita tidak lepas dari Ideologi Pancasila, karena Pancasila digali dari falsafah dari bangsa Indonesia itu sendiri,” ungkap Mahyudin.

Menurut dia sebenarnya Bung Karno bukan pencipta Pancasila akan tetapi beliaulah yang menggali nilai-nilai Pancasila itu dari dalam jiwa bangsa Indonesia itu sendiri yang akhirnya dijadikan sebagai pandangan hidup dan sebagai dasar Negara Indonesia.

“Saya ingin mengutip sedikit pidato Bung Karno didepan sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945, beliau menyampaikan, setelah mendengar pidato tuan-tuan yang terhormat sebelum saya berpidato saya telah mendengar banyak hal-hal yang disampaikan, yang menurut saya sangat menjelimet kalau Indonesia merdeka harus menyelesaikan dulu hal-hal yang menjelimet itu maka masyarakat Indonesia tidak akan pernah merasakan kemerdekaan,”ujar mantan Bupati Kutim ini.

Ditambahkannya Bahkan kata Bung Karno sampai saya masuk liang kubur Indonesia tidak akan merdeka, oleh kerena itulah merdeka itu harus sekarang, karena ada yang berpendapat kalau mau merdeka rakyat harus pintar dulu, kata Bung Karno. Kemudian Lanjutnya, Arab Saudi memerdekakan negaranya ditengah suku Badui yang tidak mengerti apa-apa, Rusia merdeka ketika rakyatnya 80 persen tidak pandai membaca dan menulis, dan mereka merdeka sekarang sudah menjadi bangsa yang besar.

“Apakah Indonesia merdeka menunggu masyarakatnya sudah bisa membaca dan menulis?, tidak saudara-saudara, oleh karena itu Indonesia dimerdekakan oleh Bung Karno pada Tanggal 17 Agustus, Tahun 1945 ditengah mayoritas rakyatnya tidak bisa membaca dan menulis, ditengah rakyatnya dijajah Belanda selama kurang lebih 350 tahun lamanya, mental kita adalah mental kelamaan dijajah,” tukasnya.

Masyarakat bangsa Indonesia ketika itu lanjutnya dibagi menjadi 3 Kasta, penjajah menganggap masyarakat kita adalah erlander yaitu pribumi, pribumi itu adalah kasta yang paling rendah, di Zaman Belanda ada 3 kasta mereka buat, kasta pertama adalah kasta Eropa kasta tertinggi, kasta kedua orang Arab dan orang Cina, kasta ketiga adalah kasta pribumi yang paling rendah, itu berlaku selama 350 tahun, orang pribumi tidak bisa sekolah di sekolah Belanda, 350 tahun bukan waktu yang singkat.

Bahkan kata Mahyudin itu yang membuat mental bangsa ini mental terjajah, yang sampai pada hari ini masih terasa, kalau lihat orang, mudah kagum, kalau lihat orang bule sepertinya mereka lebih baik daripada Indonesia, di kota-kota anak-anak ikut-ikutan, sudah pasti rambut Indonesia hitam dicat-juga supaya pirang seperti orang bule, itulah mental terjajah orang Indonesia itu.

“Mereka dagang alat, orang yang gemuk mau kurus, yang kurus mau gemuk, mereka jual semua alat-alatnya itu, tidak ada barang dari kita, karena itulah kapitalis bermain, itulah perang yang namanya Proxi War yang tidak kelihatan, perang dagang, perang ekonomi, oleh karena itu bangsa Indonesia ini harus bangkit harus bangga menjadi dirinya sendiri, jangan bangga dengan budaya-budaya asing, kita harus bangga dengan budaya kita sendiri,” tutupnya (hms/iskandar

beritapenajam.net

Tinggalkan Balasan

Next Post

Jabatan dan Tongkat Komando KOREM 101/ANT Diserah Terimakan

Rab Des 13 , 2017
BERITAPENAJAM.Net-Berbicara Pilar itu adalah simbol Negara  sebagai dasar Ideologi Negara, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR RI, Kemudian ada NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhineka  Tunggal Ika sebagai semboyan Negara, hal ini diutarakan Wakil Ketua MPR RI Mahyudin ST pada Sosialisasi 4 Pilar […]
%d blogger menyukai ini: